BANJAR, BERITAHARIAN.CO.ID – Personel TNI bersama mahasiswa pecinta alam (Mapala) melakukan pembasahan lahan di kawasan Gardu Induk PLN Sungai Tabuk, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembasahan difokuskan pada lahan yang dinilai berpotensi kembali terbakar. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi lahan tetap basah sekaligus mencegah munculnya kembali titik api.
Kapten Inf Teuku Rhoma dari Kodim 1006/Banjar mengatakan kegiatan melibatkan delapan anggota Mapala Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB) Banjarmasin dan tujuh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
“Kami melaksanakan pembasahan bersama adik-adik mahasiswa,” kata Teuku Rhoma, Jumat (25/9/2026).
Keterlibatan mahasiswa dalam penanganan karhutla tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Mapala Uniska MAB akan bergabung bersama tim gabungan hingga Minggu (27/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, unsur TNI berada di Posko Karhutla Sambang Lihum untuk membantu pengendalian operasi di lapangan.
Personel gabungan yang terlibat antara lain 15 anggota Kodim 1006/Banjar, enam personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, dan sembilan personel BPBD Kabupaten Banjar.
Selain melakukan pembasahan, keberadaan personel gabungan juga ditujukan untuk memperkuat pengawasan terhadap kawasan yang rawan terbakar.
Pembasahan lahan menjadi salah satu langkah penanganan pascakebakaran untuk mengurangi kemungkinan api kembali muncul, terutama pada lahan yang masih menyimpan panas atau memiliki material mudah terbakar.
Kolaborasi TNI, BPBD dan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla di Kabupaten Banjar di tengah kondisi sejumlah kawasan di Kalimantan Selatan yang menghadapi risiko kebakaran lahan.








