JAKARTA, BERITAHARIAN.CO.ID – Persaingan pasar otomotif Indonesia semakin ketat sepanjang 2026. BYD mulai mendekati Mitsubishi Motors dalam daftar merek mobil dengan penjualan wholesales terbesar selama periode Januari–Agustus 2026.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales pada Januari–Agustus 2026 mencapai 599.491 unit. Angka tersebut meningkat 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 499.315 unit.
Penjualan secara ritel juga mencatat pertumbuhan. Sepanjang delapan bulan pertama 2026, penjualan ritel mencapai 594.984 unit, naik 13,9 persen dibandingkan Januari–Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 522.160 unit.
Toyota masih mendominasi pasar dengan penjualan wholesales mencapai 175.931 unit. Daihatsu menyusul di posisi kedua dengan 100.884 unit, sementara Suzuki menempati urutan ketiga dengan 47.908 unit.
Mitsubishi Motors berada di posisi keempat dengan penjualan sebanyak 43.753 unit.
Sementara itu, BYD yang berada di peringkat kelima mencatatkan penjualan sebanyak 37.696 unit. Dengan capaian tersebut, selisih penjualan BYD dengan Mitsubishi Motors tinggal 6.057 unit.
Tidak hanya BYD, merek asal China lainnya juga mulai menempati posisi penting dalam pasar otomotif Indonesia. Jaecoo masuk dalam 10 besar dengan penjualan wholesales mencapai 23.834 unit dan berada di posisi kedelapan.
Berikut 10 merek mobil dengan penjualan wholesales terbesar di Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026 berdasarkan data Gaikindo:
- Toyota – 175.931 unit
- Daihatsu – 100.884 unit
- Suzuki – 47.908 unit
- Mitsubishi Motors – 43.753 unit
- BYD – 37.696 unit
- Mitsubishi Fuso – 27.386 unit
- Honda – 26.437 unit
- Jaecoo – 23.834 unit
- Isuzu – 19.820 unit
- Hino – 16.971 unit
Di tengah peningkatan penjualan, BYD juga memperkuat operasinya di Indonesia melalui pembangunan fasilitas manufaktur di Subang, Jawa Barat.
Pabrik yang dibangun di atas lahan sekitar 126 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun. Fasilitas itu dipersiapkan untuk memenuhi permintaan pasar domestik sekaligus mendukung ekspor.
Investasi pembangunan pabrik BYD disebut mencapai sekitar Rp11,2 triliun. Jika memperhitungkan investasi untuk distribution center, logistik, dan infrastruktur pendukung manufaktur, total investasi perusahaan di Indonesia mencapai sekitar Rp16 triliun.
Pertumbuhan penjualan mobil selama Januari–Agustus 2026 turut menjadi indikator positif bagi industri otomotif nasional. Target penjualan mobil nasional tahun ini dipatok sekitar 850.000 unit.








