Dugaan Kebocoran Limbah PT MUP, Masyarakat Badegu Langgam Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

Feb 20, 2025 - 12:37
 0
Dugaan Kebocoran Limbah PT MUP, Masyarakat Badegu Langgam Minta Perusahaan Bertanggung Jawab
Foto Dok Istimewa

Beritaharian.co.id, Pelalawan - Dugaan bocornya limbah Industri mencemari Sungai Sekayang yang berada di Bedagu Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. 

Adapun dampak dari Bocornya aliran limbah milik PT MUP itu menyebabkan ikan mati dan mencemari air Sungai serta merusak habitatnya yang terkandung didalamnya. 

Kebocoran limbah itu terjadi pada  hari Jum'at, 07 Februari 2025. Dimana Datuk Batin dan beberapa anak kemanakan sempat  menemui pihak PT MUP. 

"Pada Sabtu 08 Februaru 2025  diadakan pertemuan dengan Manajemen PABRIK PT MUP, Pengakuan manajemen pabrik itu benar ada kebocoran, pada saat pertemuan pihak PABRIK PT  MUP mengarahkan komunikasi sama pihak Humas," jelas Datuk Batin,

Kemudian pada Senin tgl 10 Februari 2025, Datuk Batin melakukan pertemuan dengan Humas PT MUP

"Dalam pertemuan itu pernyataan Humas, juga mengakui kebocoran itu.namun pihak ia tidak bisa memutuskan dan meminta waku mengkonfirmasi ke menejemn di Pekanbaru,"ujarnya. 

Anehnya, setelah menunggu jawab beberapa hari, Ungkap Datuk Batik bahwa pihak Humas saat di hubungi dan memberikan pernyataan yang berbeda dari sebelumnya. 

"Mereka berkilah, bahwa ikan itu tidak mati karna limbah. dan kebocoran tersebut sudah di tutup dan sudah di cek DLHK juga bahwa hasilnya negatif, kenapa PT MUP berdalih seperti itu, kami meminta pertangggung jawaban, nelayan sangat dirugikan,"tegasnya.

Masyarakat, dalam hal ini Datuk Batin tidak terima terkait hal ini.

"Karena mereka merasa ikan ini mati KARENA limbah pabrik sehingga mengakibatkan tangkapan anak keponakan (nelayan ) mencari ikan berkurang bahkan tidak ada dapat ikan lagi,"sebutnya.

Sebetulnya, Jelas Datuk Batin lagi  tidak ingin mempermasalahankan hal ini, hanya saja memintak etikat baik perusahaan terhadap anak keponakan mereka yg berpropesi sebagai nelayan yang berada di aliran Sungai Sekayan tersebut.

"Jika memang pihak perusahaan tidak ada etikad baik dalam waktu dekat masyarakat akan merencanakan penutupan pabrik dan akan melakukan aksi. dan akan memblokir  PT MUP yang berada di Desa Penarikan Kecamatan Langgam tersebut,"pungkasnya. 

Dijelaskan Datuk Batin lagi, peristiwa kebocoran Limbah PT MUP buka sekali ini saja.

"Sudah 3 kali kebocoran Limbah PT MUP ini, mereka tak punya etikad baik, "tutupnya

Sementara itu, Menejemen PT MUP melalui Humasnya Kevin tidak memberi jawaban atas Bocornya Limbah tersebut, sampai akhirnya berita ini diterbitkan.***red/rfm

Rezky FM