Sering Terjadi Kecelakaan, Anggota Dewan Pekanbaru Syamsul Bahri Dan Masyarakat Gotong Royong Perbaiki Jalan Di Rumbai
Beritaharian.co.id, Pekanbaru - Jalan Yos Sudarso, khususnya di kawasan menuju Jembatan Siak III, kini berubah menjadi titik maut bagi pengguna jalan.
Kondisi permukaan jalan yang amblas dan mengalami penurunan elevasi membuat Box Culvert saluran menjulang lebih tinggi dari badan jalan. Setiap kendaraan yang melintas berisiko “Melompat” dan kehilangan kendali.
Dalam dua bulan terakhir, setidaknya puluhan kecelakaan terjadi di titik ini. Lima pengendara tewas, sementara belasan lainnya mengalami luka serius.
Syamsul Bahri Anggota DPRD Pekanbaru menyampaikan keprihatinan melihat kondisni jalan tersebut.
Menurutnya, meski Jalan Yos Sudarso berstatus jalan provinsi, keselamatan warga harus menjadi prioritas semua pihak.
“Kondisi ini menyangkut nyawa pengguna jalan. Mau berapa nyawa lagi melayang baru pemerintah Provinsi Riau dan Pemko Pekanbaru membuka mata? Kami minta pemerintah cepat tanggap dan jangan lalai, jangan menganggap kondisi ini sepele,” katanya.
Syamsul Bahari menambahkan, koordinasi lintas instansi harus dilakukan segera agar perbaikan tidak lagi tertunda.
“Tidak ada alasan menunggu korban berikutnya. Setiap hari jalan ini dilalui ribuan orang. Jika dibiarkan, jumlah korban bisa terus bertambah,” tegas Anggota DPRD Pekanbaru Fraksi Golkar itu.
Menurut Syamsul Bahri, perbaikan dengan cara gotong royong ini bukan solusi permanen, melainkan langkah cepat untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar aktivitas warga sehari-hari.
"Sebagai wakil rakyat, saya akan akan terus mendorong pemerintah daerah agar segera mengalokasikan dana untuk perbaikan total melalui APBD, semoga dengan gotong royong ini bisa mengurangi resiko kecelakaan,"pungkasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Meranti Pandak, Dedi Yohendri, menuturkan bahaya ini semakin mengintai pada malam hari.
“Kalau malam, banyak pengendara tertipu. Begitu lewat, kendaraan bisa terbang lalu oleng. Sudah lima orang meninggal, yang luka-luka tak terhitung banyaknya,” ujarnya.
Dengan dana swadaya warga, ia melakukan pengecoran darurat untuk meratakan permukaan jalan.
“Kami tidak memungut biaya dari pengguna jalan. Semua murni swadaya warga. Tapi ini hanya solusi sementara. Pemerintah provinsi dan kota harus segera memperbaiki jalan ini secara permanen,” tutupnya.***red/rls