Diduga Punya Dekingan Hingga Gaya Hedonisme Istrinya, PLT Kadis Perkim Pekanbaru Jadi Sorotan
Beritaharian.co.id, PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pekanbaru, kini jadi sorotan publik.
Tak tanggung-tanggung bahwa ada dugaan kedekatan MM dengan aparat penegak hukum (APH), serta dinilai ada penyalahgunaan kewenangan.
Yang paling mencengangkan mencuatnya temuan foto-foto flexing dan pamer gaya hidup mewah sang istri dari MM , yang dianggap mencoreng wibawa Wali Kota Pekanbaru.
Atas beberapa dugaan kongkalikong MM dan aparat penegak hukum, entah apa itu tujuannya, ditambah terungkapnya gaya Hedonisme istrinya, kini kritik oleh DPD KNPI Riau.
"KNPI Riau menyoroti dugaan kuat adanya jaringan beking dan kedekatan serius MM dengan sejumlah aparat penegak hukum. Dugaan tersebut dinilai memunculkan sikap percaya diri berlebihan dalam menjalankan jabatan publik,"ujar Ketua KNPI Riau Lasrhen Yunus dalam wawancaranya kepada Beritaharian.co.id Jum'at (19/12/2025)
Dikatakan Larshen, Sorotan itu bukan tanpa alasan. Dalam pernyataannya, KNPI Riau menilai berbagai persoalan di Dinas Perkim Kota Pekanbaru selalu dianggap sepele dan diyakini dapat diselesaikan dengan uang
"Dugaan tersebut meliputi praktik pemberian upeti atau uang panas hingga permainan anggaran dalam sejumlah kegiatan dinas,"ungkapnya.
Kemudian kata Larshen isu itu mencuat seiring dengan banyaknya keluhan dan temuan masyarakat terkait tata kelola di Dinas Perkim. Namun hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari yang bersangkutan.
"KNPI Riau menilai dugaan tersebut harus ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan negara,"katanya.
Flexing dan Hedonisme Istri Jadi Pemicu Polemik
Persoalan semakin meluas setelah beredarnya foto-foto flexing dan pamer gaya hidup mewah yang diduga dilakukan oleh istri MM, yaiuti Ny PA. Ia diketahui menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disperkim Kota Pekanbaru.
Foto-foto tersebut ramai diperbincangkan di masyarakat. Publik menilai gaya hidup tersebut tidak sejalan dengan etika pejabat publik dan keluarga ASN.
Dampaknya, wibawa pimpinan daerah ikut terseret. Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, turut disorot dan dianggap gagal dalam membina bawahannya.
Kemudian, direspon Wakil Ketua DPD I KNPI Provinsi Riau, Muhammad Aji Panangi, menyampaikan pernyataan keras terkait persoalan ini. Ia menyebut dugaan kedekatan Plt Kadis Perkim Pekanbaru dengan APH menjadi akar dari berbagai persoalan.
“Infonya, Plt Kadis Perkim Kota Pekanbaru MM itu memiliki banyak beking dan kedekatan yang sangat luas dengan para APH, sehingga membuat dirinya selalu percaya diri dan menganggap semua urusan spele ataupun semua masalah pasti beres kalau dikasih uang,” ujar M Aji Panangi.
Aji Panangi menegaskan, temuan foto-foto flexing dan hedonisme tersebut harus menjadi atensi bersama. Menurutnya, sebagai ASN, Martin Manoluk tidak bisa dilepaskan dari perilaku keluarganya.
Ia menyebut, secara etika dan kepatutan publik, ASN dan pasangan merupakan satu kesatuan. Oleh karena itu, kepemilikan aset dan harta kekayaan wajib ditelusuri secara transparan.
"KNPI Riau mendesak otoritas terkait untuk melakukan audit investigasi guna mengetahui sumber pemasukan oknum ASN di lingkungan Pemko Pekanbaru tersebut,"tegasnya.
Dorongan Audit Investigasi oleh Negara
Dalam pernyataannya, KNPI Riau menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menegakkan integritas birokrasi. Mereka meminta agar stigma negatif terhadap aparat penegak hukum tidak terus berkembang.
“Negara harus benar-benar hadir. Aset dan atau harta milik Plt Kadis Perkim Kota Pekanbaru Martin Manoluk wajib diperiksa, jangan sampai muncul stigma bahwa APH takut dan patuh bila dikasih uang,” tegas Aji Panangi.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Plt Kadis Perkim Kota Pekanbaru MM belum membuahkan hasil. Beritaharian.co.id telah menghubungi baik itu melalui WhatsApp dan nomor pribadi dengan kode negara lain.
Namun tidak ada respons yang diberikan. Upaya konfirmasi dilakukan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.***red/rfm