Personel Samapta Polda Riau Gelar Patroli Kamtibmas, Amankan Belasan Pemuda Diduga Geng Motor

Dec 10, 2024 - 07:05
 0
Personel Samapta Polda Riau Gelar Patroli Kamtibmas, Amankan Belasan Pemuda Diduga Geng Motor

Beritaharian.co.id, Pekanbaru – Personel Samapta Polda Riau melaksanakan patroli rutin guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Pekanbaru, Minggu (8/12/2024). Patroli ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana aman, sejuk, dan damai, terutama setelah pelaksanaan Pilkada serentak 2024.

Dalam kegiatan tersebut, tim patroli mengamankan sekelompok pemuda yang diduga terlibat dalam aksi kelompok geng motor. Belasan pemuda ini diketahui membawa senjata tajam berupa samurai dan double stick. Setelah ditangkap, mereka berikut barang bukti diserahkan ke Polsek Payung Sekaki untuk proses hukum lebih lanjut.

Namun, setelah penyerahan, belasan pemuda itu justru dipulangkan ke orang tua masing-masing oleh pihak Polsek Payung Sekaki. Pemulangan ini dibarengi dengan penandatanganan surat perjanjian oleh para orang tua, sementara senjata tajam yang dibawa tetap disita oleh polisi.

Dikutip dari RIAUSATU.COM, Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki, Ipda Irfan Siswanto, membantah bahwa pihaknya melepaskan para pemuda tersebut. Ia menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan adalah memulangkan mereka kepada orang tua masing-masing.

"Bukan kami lepaskan, tapi kami pulangkan ke orang tuanya. Saat penyerahan dari Samapta Polda Riau, tim Reskrim sedang tidak berada di Mapolsek karena sedang menangani kasus penggelapan mobil," ujar Ipda Irfan, Selasa (10/12/2024).

Ipda Irfan menambahkan bahwa lokasi penangkapan para pemuda itu tidak berada di wilayah hukum Polsek Payung Sekaki. "Penangkapan dilakukan di kawasan Garuda Sakti, Kubang, dan Kualu, yang bukan wilayah hukum kami. Tim Samapta tiba-tiba menyerahkan para pemuda ini tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, lalu pergi," jelasnya.

Pihak Polsek Payung Sekaki juga mendapati bahwa para pemuda tersebut tidak saling mengenal, sehingga dugaan mereka sebagai kelompok geng motor diragukan. "Kami hanya bisa mengedukasi mereka dan menyerahkan mereka ke orang tuanya. Namun, senjata tajam yang dibawa tetap kami sita untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut," tegasnya.

Ipda Irfan menyoroti kurangnya koordinasi antara Samapta Polda Riau dan pihaknya dalam penanganan kasus ini. "Kami tidak tahu jalan ceritanya. Tiba-tiba mereka diserahkan kepada kami tanpa penjelasan. Setelah kami interogasi, ternyata mereka bukan geng motor dan tidak saling kenal," tutupnya.