Terjun Langsung Ke Lokasi Banjir, Kapolda Riau Pantau Proses Evakuasi Dan Penyaluran Logistik
Beritaharian.co.id, Sumbar – Polda Riau memastikan dukungan penuh dalam penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Agam serta beberapa wilayah lain di Sumatera Barat.
Langkah cepat ini merupakan tindak lanjut instruksi langsung pimpinan Polri untuk mengirim bantuan ke tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Untuk memperkuat operasi kemanusiaan tersebut, Polda Riau mengerahkan 290 personel Brimob dan Samapta yang memiliki kemampuan khusus di bidang SAR, evakuasi, dan penanganan kedaruratan. Mereka diberangkatkan secara bertahap guna mempercepat proses pencarian korban dan pembukaan akses daerah terdampak.
Tak hanya mengirim personel, Polda Riau juga mengirim dua unit ekskavator yang telah lebih dulu tiba di lokasi untuk membantu membersihkan akses jalan yang tertimbun material longsor.
Upaya ini menjadi prioritas karena banyak desa masih terisolasi akibat putusnya jalur penghubung.
Dukungan logistik pun mengalir. Lima truk berisi makanan siap saji, perlengkapan bayi, obat-obatan, peralatan medis, hingga perlengkapan tanggap darurat sudah berada di posko pengungsian.
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian akibat rumah mereka rusak diterjang banjir bandang.
Untuk pemulihan psikologis, Polda Riau turut mengirim 34 psikolog dari Biro SDM serta asosiasi psikolog. Mereka bertugas memberikan pendampingan trauma bagi anak-anak maupun dewasa yang mengalami guncangan akibat bencana.
Langkah cepat ini ditegaskan langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, yang turun langsung ke lokasi bencana bersama Menteri Kehutanan untuk melihat kondisi terkini dan memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
“Karena Riau dekat dengan Sumbar dan membutuhkan respon cepat, kami langsung bergerak,” tegas Irjen Herry Heryawan.
Bantuan dari Riau mulai bergerak sejak Sabtu hingga Minggu. Kapolda Riau sendiri berada di lokasi bencana pada Minggu (30/11) untuk memantau proses evakuasi dan penyaluran logistik.
Hingga kini, sejumlah wilayah di Kabupaten Agam masih dalam kondisi memprihatinkan. Akses jalan di Palembayan masih tertutup longsoran, beberapa jembatan mengalami kerusakan parah, dan pasokan listrik belum sepenuhnya pulih.
Sementara itu, warga masih bertahan di posko pengungsian sambil menunggu perbaikan akses serta cuaca yang belum stabil.
Di tengah intensitas hujan yang masih tinggi, tim SAR gabungan terus bekerja maksimal untuk mempercepat pencarian korban sekaligus meminimalisir risiko longsor susulan yang berpotensi mengancam keselamatan tim maupun warga.***red/rfm