Gelar Dialog Kebangsaan dan Do'a Bersama: PP GMH Tegaskan Peran Mahasiswa untuk Persatuan Bangsa
Beritaharian.co.id, Depok — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (BEM STIE) Hidayatullah Depok menggelar Dialog Kebangsaan dan Doa Bersama bertema “Membaca Indonesia: Mahasiswa di Tengah Gejolak Bangsa” pada Sabtu (27/9/2025) di Kampus STIE Hidayatullah Depok.
Acara ini dihadiri mahasiswa dengan tujuan memperkuat peran mahasiswa sebagai garda depan penjaga moral bangsa di tengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang semakin kompleks.
Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, dalam wawancara usai acara menyebutkan bahwa tema dialog ini lahir dari keresahan bersama atas arah bangsa yang membutuhkan partisipasi kritis generasi muda.
“Mahasiswa tidak boleh sekadar jadi penonton. Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengkritik. Inilah saatnya mahasiswa bangkit dengan cara berpikir yang jernih, progresif, dan tetap berakar pada nilai kebangsaan,” ujarnya.
Rizki menyoroti tantangan kepemimpinan nasional yang masih kerap diwarnai tarik ulur kepentingan. Ia menegaskan, mahasiswa harus menjadi kelompok independen yang berani menyuarakan kebenaran.
“Gejolak bangsa saat ini, mulai dari krisis kepercayaan hingga masalah ketimpangan, menuntut keberanian moral. Mahasiswa harus berani mengatakan benar itu benar, salah itu salah, tanpa tergantung pada kepentingan politik mana pun,” tegasnya.
Rizki menekankan pentingnya dialog kebangsaan seperti ini untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa sekaligus memperluas jejaring intelektual.
"Dialog ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang untuk melahirkan gagasan baru dan merawat idealisme mahasiswa. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa masih punya energi moral untuk ikut membangun negeri,” jelasnya.
Dialog kebangsaan ini diwarnai diskusi, tanya jawab, serta doa bersama untuk kebaikan bangsa Indonesia.***red/rfm