GMPR Soroti Persoalan Pembangunan Gedung Dosen Mangkrak dan Tender Tidak Transparan di UIN Suska Riau

Jan 22, 2025 - 12:24
 0
GMPR Soroti Persoalan Pembangunan Gedung Dosen Mangkrak dan Tender Tidak Transparan di UIN Suska Riau

Beritaharian.co.id, Pekanbaru Rabu 22 Januari – Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (GMPR) kembali menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Kali ini, GMPR mengungkapkan dugaan adanya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam pembangunan gedung dosen terpadu yang mangkrak, serta ketidaktransparanan dalam proses pelelangan tender jasa keamanan dan kebersihan.

Menurut Ali Jungjung Daulay, Ketua GMPR, proyek pembangunan gedung dosen dengan nilai anggaran mencapai Rp42 miliar mengalami keterlambatan yang signifikan dan belum ada kejelasan mengenai penyelesaian proyek tersebut. Ia juga menekankan adanya kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek ini, salah satunya dengan tidak tersedianya bukti pembayaran kepada pihak pelaksana proyek. Hal ini, menurut Ali, menambah kecurigaan akan adanya penyimpangan yang merugikan negara.

Selain itu, Ali juga menyoroti proses pelelangan tender jasa keamanan dan kebersihan di UIN Suska Riau yang dinilai tidak transparan. GMPR menemukan kesulitan dalam mengakses informasi terkait proses lelang tersebut, yang semakin memperburuk citra pengelolaan proyek di kampus tersebut. Dengan tidak adanya keterbukaan informasi, Ali menilai bahwa hal ini memberi kesan adanya upaya untuk menutup-nutupi dan bahkan monopoli proyek 

Ironisnya, tambah Ali pembangunan Masjid Al-Jami'ah di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Proyek yang dimulai pada tahun 2012 dengan anggaran Rp49 miliar ini, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama tiga tahun berturut-turut, hingga saat ini belum selesai.

“Ini adalah sebuah ironi. Proyek pembangunan masjid yang seharusnya menjadi simbol keagamaan dan kebanggaan bagi civitas akademika UIN Suska Riau malah mangkrak dan terlantar. Anggaran besar yang berasal dari uang rakyat, yang semestinya digunakan untuk tujuan mulia, justru tidak terkelola dengan baik,” ujar Ali.

Melihat hal ini, Ali Jungjung Daulay meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan untuk melakukan observasi langsung ke UIN Suska Riau. GMPR berharap agar KPK dapat melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap praktik yang tidak sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

"Proses pembangunan yang mangkrak, ditambah lagi dengan tidak transparannya proses tender, sangat merugikan keuangan negara dan mencoreng citra universitas. Kami meminta KPK untuk segera turun dan melakukan pemeriksaan terkait persoalan-persoalan ini yang sudah tidak kunjung ada titik terangnya," ujar Ali yang juga alumni UIN Suska tersebut.

Selain KPK, GMPR juga berharap Menteri Keagamaan memperhatikan pembangunan di UIN Suska Riau yang dinilai gagal agar dapat dievaluasi kembali.

“Menteri Agama harus melihat kondisi pembangunan yang terjadi di UIN Suska ini dan mengevaluasinya segera mungkin”, pungkasnya.