Intuisi Defisit Anggaran di Riau, Sehingga Berpengaruh Pada Program Kemasyarakatan
Beritaharian.co.id, Pekanbaru - Defisit Anggaran ? Sungguh mempengaruhi semua sektor baik itu Pemerintah , Swasta, dan Masyarakat.
Efek Domino terhadap Defisit Anggaran Pemerintah Provinsi Riau juga berdampak pada program-program yang telah disusun kemudian akan direalisasi pada mata anggaran tahun 2025-2026.
Pertama, minusnya anggaran Pemerintah Provinsi Riau menghambat perencanaan pembangunan Infrastruktur, Ekonomi, Pendidikan, Pertanian, dan Sosial.
Tak-tanggung Defisit Anggaran Pemprov Riau menyentuh lebih kurang 1 triliun rupiah, kemudian pada APBD Tahun 2023-2024 ! Gubernur Riau dinilai tidak konsisten dan profesional dalam mengelola keuangan sehingga menjadi permasalahan.
Diperoleh dari berbagai referensi, bahwa Pemerintah Riau telah melakukan Rasionaliasi Anggaran serta mendapati selisih dari Rp10 triliun menjadi Rp 9 triliun, yang menggelitiknya lagi, dari beberapa pernyataan pejabat berwenang menyatakan tidak termasuk pada Defisit Anggaran.
Kedua, Pemerintah Provinsi Riau tak bersikap Effort dalam membuat keputusan soal Defisit Anggaran, bahkan hanya Intuisi semata, kebijakan yang ragu-ragu dan tak jelas menciptakan kisruh semua pihak.
Dan Ketiga, pernyataan beberapa Anggota DPRD Provinsi Riau yang telah masuk pada Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di Badan Anggaran (BANGGAR) bertolak belakang, sebagian menyatakan defisit dan ada juga mengungkapkan hanya selisih anggaran.
Dampaknya Kepada Masyarakat Riau
Pada isu-isu Defisit Anggaran itu, membuat masyarakat menjadi bimbang, pasalnya sumber keuangan daerah yang berasal dari APBD Riau menjadikan perputaran Ekonomi lesu.
Pada contohnya di bidang pertanian, sejumlah petani yang menerima subsidi dari Pemerintah berupa alat pertanian seperti pupuk dan racun menjadi tersendat.
Dibidang Pendidikan, Gaji dan Tunjangan Guru serta Beasiswa para Siswa - Mahasiswa tidak tepat waktu dalam penyalurannya, sehingga menghambat pada proses belajar-mengajar.
Kemudian pada bidang Pembangunan dan Infrastruktur juga berdampak, ada beberapa pengerjaan gedung sekolah, jalan, fasilitas kesehatan, dan bangunannya lainnya tertunda pelaksanaannya dan mengalami tunda bayar.
Yang paling ekstrimnya lagi adalah Bantuan Sosial (Bansos), pada program inilah yang menjadi beban pokok Pemrov Riau, karena dalam Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Gibran Rakabuming Raka adalah Program Kerakyatan paling diutamakan guna mengentaskan kemiskinan.
Jadi, apa solusi Pemerintah Provinsi Riau terhadap persoalan Defisit Anggaran ? Mari kita tunggu !!!
Rezky FM