Mahasiswa Riau Gelar Aksi 10 Oktober, Soroti Dugaan Korupsi Dana BOS di SDN 181 Pekanbaru
Beritaharian.co.id, Pekanbaru – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Student Movement Riau (SMR) akan menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat, 10 Oktober 2025 di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.
Aksi ini digelar untuk menyuarakan keresahan atas dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam pengelolaan Dana BOS di SD Negeri 181 Pekanbaru pada periode 2020–2024.
SMR menilai terdapat dugaan penyimpangan penggunaan dana pendidikan serta dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp130.000 per siswa untuk pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS), khususnya di kelas 2 dan kelas 5.
“Praktik dugaan pungli ini jelas mencederai dunia pendidikan. Padahal Dana BOS telah disiapkan pemerintah untuk meringankan beban orang tua murid, bukan untuk memberatkan,” tegas SMR dalam pernyataan tertulisnya.
Dalam tuntutannya, SMR juga menegaskan bahwa Kepala Sekolah SDN 181 Pekanbaru, Nurhasanah, harus bertanggung jawab atas dugaan korupsi dan pungli yang terjadi di bawah kepemimpinannya.
Mahasiswa menilai sebagai pimpinan tertinggi di sekolah, kepala sekolah tidak boleh lepas tangan, apalagi jika ada dugaan keterlibatan langsung maupun pembiaran atas praktik penyimpangan tersebut.
Adapun tuntutan yang akan disuarakan SMR pada aksi tersebut antara lain:
Mendesak Kejati Riau segera memanggil Kepala Sekolah Nurhasanah serta pihak terkait atas dugaan penyimpangan Dana BOS.
Meminta pemeriksaan terhadap wali kelas 5D Reza Novrianti dan wali kelas 2C Endra Yeni terkait dugaan pungutan LKS.
Mengusut tuntas dugaan praktik KKN yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Menyerahkan dokumen dan bukti transfer dugaan pungutan kepada Kejati dan Kejari Pekanbaru.
Mengawal proses hukum hingga pihak-pihak yang diduga terlibat bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.
Koordinator Umum aksi, Muhamad Adib, menegaskan pihaknya akan konsisten mengawal persoalan ini hingga ada kepastian hukum.
Sementara itu, Koordinator Lapangan, M. Irfan Zuhri, memastikan aksi pada 10 Oktober 2025 akan berjalan tertib, damai, dan diikuti sekitar 55 peserta aksi dengan atribut spanduk, toa, dan pengeras suara.***red/rls