Pemandangan Tak Patut Di Pertontonkan, Ketika Gubernur Riau Beserta Jajaran Buka Bersama Di Masjid Agung An-Nur 

Mar 3, 2025 - 16:25
Mar 3, 2025 - 18:15
 0
Pemandangan Tak Patut Di Pertontonkan, Ketika Gubernur Riau Beserta Jajaran Buka Bersama Di Masjid Agung An-Nur 
Foto Dok Istimewa

Beritaharian.co.id, Pekanbaru - Pemandangan kurang baik  di pandang ketika Gubernur Riau H. Abdul Wahid berserta jajaran melaksanakan buka bersama di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, Minggu (02/03/2025).

Pasalnya, pada saat berbuka bersama itu, Payung Elektrik yang di gadang-gadangkan mirip Masjidil Harram di Kota Mekkah, terlihat mengatup dan tidak terbuka .

Buka bersama di Masjid Agung An-Nur itu, turut disuguhkan ceramah agama dari ustadz  H. Abdul Somad, Lc, Ph.D 

Dodi Sugiarto, merupakan Pemuda Pekanbaru dalam kritiknya menyampaikan, sangat miris ketika melihat acara berbuka bersama dengan seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat Riau di Masjid Agung An-Nur.

"Miris kita melihat kondisi Payung Elektrik saat buka puasa bersama Gubri H. Abdul Wahid beserta jajarannya, mereka melihat pemandangan yang tak biasa-biasa, payung elektrik terlihat robek-robek, dan tak terbuka, dinilai merusak mata ribuan masyarakat Riau,"jelas Dodi, Senin (03/02/2025).

Padahal, menurut Dodi pada acara buka bersama itu turut hadir Kapolda Riau Muhammad Iqbal, Kajati Riau Akmal Abas, Danrem Sugiyono, Wagubri SF Haryanto dan Forkompinda.

"Para penegak hukum terlihat biasa-biasa saja dengan kondisi  Payung Elektrik itu, jadi ektensi pembangunannya harus bisa dipertanggung jawabkan, jangan seolah dibiarkan begitu saja,"ujarnya.

Dikatakan Dodi lagi, ia meminta aparat penegak hukum untuk membuka kembali perkara Payung Elektrik Masjid Agung An-Nur itu.

"Kepada APH,  agar bisa kembali mengusut perkara Payung Elektrik itu, tangkap ASN-ASN yang di duga bertanggung jawab, pak Gubri juga harus memberhentikan pejabat Riau yang terlibat, tanpa pandang bulu,"kata Dodi.

Diucapkan Dodi lagi, meminta  kepada Gubernur Riau H. Abdul Wahid untuk mengevaluasi ASN yang seharusnya bertanggung jawab pada  pekerjaan  Payung Elektrik itu.

"Bagaimana ASN-ASN  itu mau menjalankan visi-misi Gubri dan Wagubri,  mengurus rumah ibadah saja tidak becus," ucapnya.

Diungkap Dodi, kalau ada ASN  yang terlibat pada pembangunan Payung Elektrik ini masih diberi ruang dalam jabatan, maka akan bobrok lah negeri Riau ini.

"Mari sama-sama kita lihat kebodohan apa lagi yang akan di pertontonkan oleh oknum ASN tersebut, APH harus bertindak, jangan tunduk dengan para Koruptor,"ungkapnya.

Dilanjutkan Dodi lagi, sebagaimana perintah Presiden Prabowo akan menindak tegas siapa saja melakukan kerugian terhadap negara dan masyarakat.

"Dimasa Efesiensi ini, tambah lagi Presiden akan menangkap semua koruptor, ini uang negara sebanyak 42 milliar digunakan untuk pembangunan Payung Elektrik itu, ayo APH segera bertindak, jangan kasih ruang untuk oknum-oknum ASN yang diduga terlibat,"tutupnya.

Untuk diketahui, Kejaksaan Tinggi  Riau telah menghentikan penyelidikan kasus payung elektrik Masjid Raya Annur Pekanbaru, senilai Rp42 miliar. Penyelidikan sudah dihentikan sejak 23 Januari 2024 lalu

Salah satu alasannya, rekanan telah mengembalikan kelebihan bayar pada pelaksanaan pekerjaan. Namun di kasus payung elektrik Masjid Raya An Nur ini baru tahap penyelidikan dan belum ada tersangka.***red/rfm

Rezky FM