Pilih Kasih !!! BPKAD Riau Diam Seribu Bahasa, Pelaku Usaha : Jangan Dzolimi Kami
Beritaharian.co.id, Pekanbaru - Isu soal defisit anggaran pemerintah provinsi Riau membuat para pelaku usaha mengalami kerugian.
Pasalnya, dari beberapa sumber yang didapatkan, banyak pekerjaan yang di dilaksanakan oleh pihak kedua mengalami tunda bayar.
Informasi ini diterima oleh Mr X selaku pelaku usaha yang telah mengerjakan projek pada beberapa instansi pemrov Riau.
"Kamarin pada tanggal 30 kami datangi BPKAD, kami betul-betul kesal, yang dibayarkan hanya orang-orang tertentu saja, sementara punya kami wajib juga pak, jangan pilih kasih," ungkap Mr X bukan nama sebenarnya, Selasa (31/12/2024).
Dikatakan Mr x, dia dan beberapa rekannya akan mendesak Pemrov Riau untuk membayarkan uangnya.
"Kami tidak mau tahu, wajib dibayar, isu-isu soal defisit, pemrov Riau juga banyak membocorkan anggaran kepada hal yang tidak punya manfaat, soal dana pusat pun tidak transparan,"katanya.
Lanjut Mr X, PJ Gubernur Rahman Hadi dan DPRD Riau jangan diam saja, mereka jangan fokus pada perjalanan dinas saja, ada hal yang lebih penting.
"Kurangi anggaran dinas luar itu, ada hal yang lebih penting, defisit-defisit juga !!! tetapi pejabat tu ada yang melakukan perjalan dinas, yang penting-penting sajalah, "sebutnya.
Ada lagi informasi, bahwa pemrov Riau juga telah menganggarkan anggaran kapada Badan Penghubung di Jakarta.
"Kabarnya, ada yang beli mobil dan lain-lain yang diyakini menjadi kebutuhan pejabat yang berdinas luar di Jakarta, itu kan tak urgen, pemrov harus obektif lah, jangan kami ini dijadikan korban,"bebernya.
Kapada Pemrov Riau, tegaskan Mr X jika perkerjaannya tidak dibayarkan, maka mereka akan menyegel sejumlah aset yang tercatat sebagai piutang.
"Kami akan segel, karena secara hak pelaku usaha punya wewenang, pemrov Riau berhutang sama kami, kalau orang dalam dekat dengan pejabat mereka diselesaikan, ini tak adil," tegasnya.
Disampaikan Mr X lagi, kalau seandainya pemrov Riau tak punya anggaran, mengapa kegiatan itu di laksanakan.
"Kalau tak ada uang, jangan di laksanakan kegiatan, pemrov Riau ini banyak missednya, jangan mentang-mentang mereka yang dekat pejabat itu saja di bayar, jangan sepertu itu, dzolim kalian semua itu, "sampainya.
Mr X juga meminta, KPK untuk menggeledah kantor BPKAD Riau, karena pencatatan keuangan disana pusatnya.
"KPK geledah itu kantor BPKAD, kami menduga banyak rahasia-rahasia busuk disimpan disana, mereka ini sudah semena-mena tanpa mempedulikan masyarakat dan pelaku usaha, "pintanya.
Kepada Presiden Prabowo, Mr X menyampaikan tolong perhatikan Riau ini, Pemrov Riau menggunakan modus defisit anggaran, menunggu dana ditrasfer dari pemerintah pusatlah.
"Pak Prabowo, apa yang sebenarnya terjadi di Riau ini, modus defisit anggaran, menunggu uang di transfer dari pusat, menunggu inilah-itulah, sementara kegiatan tetap di laksanakan, pejabat di Riau ini ! b*d*h kalian semuanya, menyiksa masyarakat saja," kata Mr X dengan nada kasar.
Sebut Mr X lagi, para pelaku banyak mengeluarkan modal, ada yang berhutang material dan meminjamkan dengan anggunan.
"Kami banyak mengeluarkan modal, ada yang hutang material, ada yang didesak pekerja, sedih rasanya akhir tahun ini, pemrov Riau tidak fair, sekali lagi kami tegaskan, bayar uang kami, bayar hutang kalian," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau Indra SE dalam saluran telpon dan whatsappnya diam seribu bahasa serta membungkam tidak memberita sepatah katapun.***red/rfm
Rezky FM