PKC PMII Riau Kritik Usulan Polri di Bawah Kemendagri atau TNI: Langkah Mundur Reformasi Birokrasi

Dec 3, 2024 - 01:22
 0
PKC PMII Riau Kritik Usulan Polri di Bawah Kemendagri atau TNI: Langkah Mundur Reformasi Birokrasi
Poto Amri Taufik.S,H.M,H

Beritaharian.coid, Pekanbaru – Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau, Amri Taufiq, menyayangkan adanya usulan dari sejumlah politisi atau anggota DPR RI yang menginginkan institusi Polri berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia menilai bahwa usulan tersebut bertentangan dengan amanat reformasi birokrasi yang telah diperjuangkan selama ini.

“Institusi Polri berada langsung di bawah Presiden, sesuai dengan amanat reformasi birokrasi yang kita capai. Usulan ini sangat tendensius dan justru menjadi langkah mundur bagi reformasi yang kita perjuangkan,” tegas Amri, Senin (3/12/2024).

Amri menilai, tudingan bahwa Polri melakukan intervensi dalam pesta demokrasi, baik Pemilu maupun Pilkada, tidak berdasar. Ia menjelaskan, pada realitasnya, calon kepala daerah di berbagai daerah diusung oleh koalisi partai yang beragam, sehingga tuduhan adanya keberpihakan terhadap partai tertentu tidak masuk akal.

“Kalah menang dalam Pemilu atau Pilkada adalah hal biasa. Jangan ketika kalah, kita justru menuduh lawan bermain curang. Tuduhan seperti ini kontraproduktif dan tidak berdasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amri menilai bahwa selama ini Polri sudah menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pengayom, pelindung, dan pengaman masyarakat. Ia juga mengapresiasi keberhasilan Polda Riau dalam mengamankan Pemilu dan Pilkada di Provinsi Riau sehingga berjalan lancar dan aman.

“Masyarakat Riau merasa terayomi karena Polri selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Dalam pesta demokrasi baru-baru ini, Polda Riau berhasil melaksanakan pengamanan dengan baik. Ini adalah bukti bahwa Polri telah bekerja sesuai tugas dan fungsinya,” ungkap Amri.

Sebagai penutup, Amri berharap agar usulan-usulan serupa tidak lagi muncul di masa depan. Ia menekankan pentingnya memperkuat institusi Polri agar masyarakat lebih merasa terlayani, dan pejabat pemerintahan tidak bertindak semena-mena dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap Polri terus diperkuat, bukan dilemahkan. Dengan begitu, masyarakat akan semakin merasa terayomi, dan Polri dapat terus menjaga stabilitas serta keamanan nasional,” pungkasnya.