Seperti Kubangan Kerbau, Inilah Potret Jalan Lintas Bono di Pelalawan
Beritaharian.co.id, Pekanbaru - Kerbau, merupakan binatang yang sangat menyukai tempat atau tanah basah dan kotor.
Hewan yang pada umumnya bermukim di sawah-sawah itu, dimanfaatkan petani untuk membajak padi ketika memasuki musim tanam.
Teringat akan Kubangan Kerbau, tak ubah melihat kondisi jalan Lintas Bono yang ada di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau saat ini.
Jalur Hilir Sungai Kampar itu membentang ke Kecamatan Danai hingga tersambung sampai ke Kabupaten Indragiri Hilir.
Wacananya , trek panjang itu menjadi opsi pemerintah Provinsi Riau menjadikan jalan Nasional yang nantinya membuka Master Plan prekonomian baru.
"Melihat kondisi ini, ibarat kita berada di sawah, sepeti kubangan Kerbau, jalan Lintas Bono ini entah kapanlah selesainya, " ujar O salah satu masyarakat yang sedang melintas, Minggu (23/03/2025).
Jalan Lintas Bono (Jalisbon) itu melewati tiga kecamatan yaitu Bunut, Teluk Meranti, dan Kuala Kampar.
Pada awalnya, perencanaan Jalisbon itu akan menjadi harapan masyarakat pesisir Muara Sungai Kampar.
"Namun sudah berpuluh-puluh tahun tak kunjung selesai, entah apa penyebabnya kita tidak tahu," sebut O.
Disamping peran serta Pemerintah, di kawasaan Jalisbon terdapat beberupa perusahan swasta seperti Hutan Tanam Industri dan Perkebunan Kelapa Sawit.
"Disana ada Grup Sinarmas, Ada Grup Asian Agri, Ada Grup APRIL, dan perusahaan-perusahan perkebunan lainnya, kita tidak paham peran serta pihak swasta, seharusnya mereka juga ikut andil,"jelas O.
Kepada Pemerintah, O meminta pembangunan Jalisbon segera di selesaikan.
"Kepada Pemerintah, kami masyarakat berharap jalan yang diimpikan ini agar segera selesai, kebijakan baik itu Pemda Pelalawan, Pemrov Riau, maupun Pemerintah Pusat" tutupnya.
Rezky FM