Sosialisasi Pangan Lokal Berbasis Rice Brand For Brain Di Kampung Jaya Pura

Nov 6, 2024 - 12:43
Nov 6, 2024 - 12:43
 0
Sosialisasi Pangan Lokal  Berbasis Rice Brand For  Brain  Di Kampung Jaya Pura

Beritaharian.co.id, Siak -  Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Riau mengadakan kegiatan penyuluhan yang berjudul “Sosialisasi Pangan Lokal Berbasis Rice Bran For Brain di kampung Jaya Pura” dengan sumber dana PNBP FMIPA Universitas Riau tahun 2024.

Adapun yang bertindak sebagai ketua pengabdian yaitu dosen Program Studi S1 kimia bidang biokimia Riryn Novianty, M.Si dengan anggota pengabdian Prof. Dr. Titania T. Nugroho, M.Si (dosen kimia bidang biokimia),   Prof. Dr. Saryono, M.Si (dosen kimia bidang biokimia), Dr. Amilia Linggawati, M.Si (dosen kimia bidang kimia fisika) dan Dr. Sofia Anita, M.Sc (dosen kimia bidang kimia analitik).

Kegiatan pengabdian ini bermitra dengan salah satu desa di Kabupaten Siak yaitu kampung Jaya Pura. Kampung Jaya Pura kecamatan Bunga Raya dikenal sebagai salah satu desa penyumbang produksi padi di Kabupaten Siak.

Hampir dari seluruh penduduk desa ini bekerja sebagai petani padi. Proses penggilingan padi yang dilakukan masyarakat desa menghasilkan limbah bekatul (rice bran) yang tidak termanfaatkan.

Menurut penelitian rice bran memiliki kandungan zat aktif, serat dan vitamin yang baik untuk kesehatan otak. Oleh Karena itu tim pengabdian mengedukasi masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dalam pemanfaatan limbah dari pangan lokal menjadi bahan tambahan gizi pada produk olahan makanan.

Kegiatan pengabdian ini diadakan pada hari Sabtu, 3 Agustus 2024 di kantor penghulu kampung Jaya Pura. Dalam sambutannya Riryn Novianty, M.Si menjelaskan Bekatul merupakan limbah kaya manfaat yang sangat jarang sekali dimanfaatkan.

"Kandungan bekatul seperti vitamin B kompleks merupakan salah satu nutrisi yang sangat baik untuk meningkatkan kesehatan otak. Perlu adanya edukasi kepada masyarakat mengenai ekstraksi bekatul dengan teknik yang tepat serta pengolahan bekatul sebagai bahan tambahan gizi pada produk makanan masyarakat,” jelas Riryn

Kegiatan diawali dengan sosialisasi manfaat bekatul kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknik ekstraksi bekatul dari sekam padi menggunakan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang disebut ekstul (ekstraktor bekatul)

Kegiatan ini diakhiri dengan demonstrasi pembuatan kembang goyang dengan penambahan bekatul sebagai bahan tambahan gizi. Sebanyak 20 peserta pengabdian yang terdiri dari masyarakat kampung Jaya Pura sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian ini.***red/rfm