Antisipasi Konflik, Seekor Gajah Liar Di Kampar Berhasil Di Translokasi Oleh BKSDA Riau

Jan 6, 2025 - 00:41
Jan 6, 2025 - 00:44
 0
Antisipasi Konflik, Seekor Gajah Liar Di Kampar Berhasil Di Translokasi Oleh BKSDA Riau
Foto Dok Istimewa (BKSDA Riau)

Beritaharian.co.id, Pekanbaru - Sejak awal Bulan Mei 2024 Balai Besar KSDA Riau telah menindaklanjuti laporan kejadian konflik Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau.

Dalam siaran persnya, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan, S.Hut., M.M mengatakan bahwa Seekor Gajah liar bergerak keluar masuk dari habitat (Kantong Gajah) ke sejumlah 4 (empat) desa yaitu Desa  Koto Tibun, Desa Rumbio, Desa Pulau Sarak, dan Desa Padang Mutung, di Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar.

"Langkah awal penanganan konflik yang dilakukan Balai Besar KSDA Riau yaitu dengan melakukan penggiringan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak berbuat anarkis terhadap gajah liar tersebut," jelasnya, Senin (06/01/2025).

Dikatakan Genman, selanjutnya pada tanggal 12 Desember 2024 dilaksanakan rapat pembahasan tindak lanjut mitigasi konflik dengan mengundang para pihak, diantaranya Yayasan TNTN, RSF serta Yayasan Arsari Djoyohadikusumo.

"Disepakati bersama akan segera dilaksanakan relokasi dengan pertimbangan  bahwa gajah tersebut merupakan gajah dispersal berjenis kelamin jantan yang memisahkan diri dari kelompoknya dan juga sudah menimbulkan keresahan masyarakat,"katanya.

Kemudian terang Genman, pelaksanaan upaya relokasi tahap  dilaksanakan oleh Tim gabungan dengan melibatkan Gajah Jinak dimulai dari tanggal 13 - 18 Desember 2024

"Tetapi belum berhasil karena Tim kesulitan dalam mendekati gajah liar yang agresif dan bergerak cepat menjauhi Desa Rumbio menuju Desa Kebun Durian mengarah ke Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri  Kabupaten Kampar mendekati habitatnya di landskap Tesso Nilo," terangnya.

Papar Genman,  pada tanggal 22 Desember 2024 Gajah terpantau bergerak kembali ke arah Desa Rumbio dan sekitarnya serta menyebabkan kerusakan tanaman milik masyarakat.

"Keesokan harinya, pada tanggal 
23 Desember 2024 Tim BBKSDA Riau bersama dengan para pihak diantaranya Pemerintah Daerah 
Kabupaten Kampar, TNI, Polri, Yayasan TNTN, RSF dan Yayasan Arsari Djoyohadikusumo serta masyarakat kembali melakukan upaya evakuasi Tahap II," paparnya

Lanjut Genman, Pembiusan berhasil dilakukan pada tanggal 1 Januari 2025 sekira Pukul 14.00 WIB.

"Pada 1 Januari 2025 sekira Pukul 14.00 WIB dilakukan pembiusan kepada Gajah itu, serta dilanjutkan dengan proses Translokasi ke habitat asalnya di Landskap Tesso Nilo Kabupaten Pelalawan pada tanggal 2 Januari 2025, semoga dengan upaya ini konflik Gajah segera teratasi, "tutupnya.***red/rfm

Rezky FM