Gegara Defisit, Gubri Abdul Wahid 'Pusing Tujuh Keliling', Sementara Wagubri SF Haryanto Katakan Tak Usah Risau
Beritaharian.co.id, Pekanbaru - Provinsi Riau mengalami defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sangat fantastis.
Dari data tercatat, defisit anggaran Provinsi Riau mencapai Rp 1,3 triliun ditambah dengan tunda bayar Rp 2,2 triliun dan jika ditotalkan menjadi Rp 3,5 triliun.
Kondisi itu membuat Gubernur Riau, Abdul Wahid, Pusing Tujuh Keliling. Ia mengaku belum pernah menemukan defisit sebanyak ini sepanjang sejarah Riau berdiri.
"Ini belum pernah sepanjang sejarah Riau, yang membuat kepala saya Pusing Tujuh Keliling. Mencari duitnya dari mana ? " ucap Abdul Wahid, Kamis (13/03/2025).
Pernyataan Wakil Gubernur Riau SF Haryanto.
Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto, menganggap biasa terjadinya defisit.
Menurut dia, defisit anggaran terjadi karena antara penerimaan dan pengeluaran tidak tercapai.
Misalnya, dana bagi hasil minyak yang menurun.
"Kenapa tidak tercapai, pertama ada rencana pendapatan kami tahun 2023, kami dapat dana PI (participating interest) Rp 1,6 triliun,"seburnya.
Jelas SF Haryanto lagi, pada tahun 2024 hanya dapat Rp 200 miliar.
"Artinya, kan ada pendapatan turun. Kalau turun pendapatan berdampak kepada belanja," kata Haryanto saat dikutip dari Kompas.com Senin (17/3/2025).
Terang Mantan PJ Gubernur Riau itu lagi, pihaknya mengaku mendapat informasi dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang sekarang ini merupakan perusahaan pelat merah bahwa menggalakkan produksi 1 juta barrel per hari.
"Dengan biaya operasional yang lebih tinggi. Dengan operasional yang tinggi, terjadilah dividen yang dipergunakan untuk menunjang pendapatan 1 juta barrel per hari," terangnya.
Selain penurunan PI, jelas SF Haryanto keterlambatan transfer dana dari pemerintah pusat juga memperparah kondisi keuangan Riau.
"Ditambah lagi, pendapatan dari pajak kendaraan hanya mencapai 58 persen dari target yang telah ditetapkan.
"Pusat kan juga masih banyak yang belum kirim (Dana Bagi Hasil). Saya dulu pernah menyatakan kalau uangnya masuk bisa nutupin," kata Haryanto.
Kemudian, Berbeda dengan Abdul Wahid, SFHariyanto yang merupakan Wakil Gubernur Riau justru menganggap bahwa masalah defisit anggaran ini bukan sesuatu yang luar biasa.
"Ini tidak ada masalah. Saya yakin dan percaya kepada Pak Gubernur ini bisa diselesaikan dengan baik. Tidak perlu dirisaukanlah, biasa itu,"tutupnya SF Haryanto dengan ucapan enteng.
Membuat Bingung dan Semakin Bingung
Eril, salah satu Pemuda Riau mengatakan pernyataan bertolak belakang dari Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau membuat masyarakat semakin bingung.
"Bingung juga, lucu juga, kenapa mereka Pak Gubri Abdul Wahid dan Wagubri SF Haryanto berbeda pandangan dan pendapat, mana yang harus kami dengarkan ini, sementara defisit anggaran ini sudah menjadi isu Nasional, "kata Eril.
Eril, meminta Gubri dan Wagubri harus berkoordinasi dan sama-sama mencari solusi soal defisit anggaran sebesar 3,5 trilliun.
"Jangan beda-beda pendapat pak Gubri dan Wagubri, sekarang buatlah kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, jangan disimpan-simpan sumber anggaran di Riau ini, kita tidak tahu apa-apa, Allahualam, "pungkasnya.***red/rfm
Rezky FM