Kecopetan di Acara Resmi, Wali Kota Batam Diminta Tanggapi

Mar 9, 2025 - 14:26
 0
Kecopetan di Acara Resmi, Wali Kota Batam Diminta Tanggapi

Beritaharian.co.id, Batam - Dalam rangka bulan suci ramadha.untuk mempererat tali silaturahmi bapak wali kota Batam, Amsakar Ahmad dan wakil wali kota Batam,Li Claudia. mengadakan buka puasa bersama di kediaman prIbadi pak Amsakar Ahmad yg di hadiri juga bapak gubernur Kepri dan wakil  gubernur kepri.serta Kapolres barelang,Kombes pol Heribertus Ompusunggu,S.I.K.  M.Si. serta anak Yatim piatu,pemuka masyarakat dan lapisan masyarakat. Sabtu Malam 08/03/2025.

Dalam acara tersebut,saat memulai acara,hingga berjalan lancar kondusif dan baik. Sampai pada saat waktu berbuka puasa seluruh undangan dari berbagai lapisan masyarakat yg berada di pengambilan makanan berbuka saling berdesak2an di antrian.

"Hingga pada saat makan buka puasa ada seorang ibu Monalisa beserta Suaminya bernama Imran yang membawa 

Pada saat makan buka puasa, seorang ibu Monalisa dan suaminya, Imran, yang membawa anak kecil mereka, diduga menjadi korban kecopetan. HP jenis Oppo Reno 13f milik mereka hilang dari dalam tas yang terbuka saat antri pengambilan makanan berbuka.

 Ketika ibu Monalisa dan suaminya menyadari bahwa HP mereka hilang, mereka melihat jam 18:00 WIB dan tas mereka sudah terbuka.


Kebetulan pada saat mereka makan(berbuka puasa) mereka makan duduk tidak jauh dari rekan2 awak media. dan kita melihat.ibu dan suami nya kelihatan panik dan sedih sehingga kita para media merasa simpatik dan kasihan ke ibu(monalusa)dan bertanya (kenapa bu..?)lalu ibu(ms) dan suaminya memberi tahu kepada kita media(wartawan).sehingga para awak  media  merasa kasihan dan membantu ibu(Monalisa dan suami nya untuk melapor ke oknum Satpol PP  Bernama Rasikindan  yg sedang berjalan di lokasi tempat buka puasa di kediaman Bapak Walikota Amskr Ahmad di perumahan KDA Batam center

Para awak media dan korban ibu Monalisa yang  kehilangan hp.sangat kecewa yang mendengar jawaban.dari oknum satpol PP( Rasikin)tersebut dengan santai beliau menjawab "makannya di jaga barangnya masing2 -masing biar gak hilang untung 

bukan suami/istri yang hilang lalu beliau tertawa.
bukan menerima laporan dan memberi solusi malah mengejek dan mempermainkan orang yang lagi di timpa musibah, sehingga salah seorang awak media berbicara lantang. ke oknum satpol PP he..!! pak kok bicara bapak seperti ini. .bukan bapak melayani malah bapak 

buat main2 orang yang kena musibah.
saat itu juga petugas satpol PP itu langsung pergi berjalan menuju ke arah kelurahan dan tidak mau dikomfirmasi dan merasa tidak bersalah memperlakukan masyarakat seperti itu.

Selanjutnya ibu Monalisa dan rekan2 awak media menyarankan,agar di dampingi rekan dewi dan beberapa rekan media agar ibu dan suaminya melapor ke MC yg ada di podium Untuk mengumumkan agar di siarkan.mana tahu siapa  yg menemukan atau mengambil mendengar dan mau mengembalikan.karna suami korban saat 

cek di signal wifi nya masih di seputaran lokasi berbuka puasa bersama.sampai2 kita para media merasa kasihan dan berusaha melaporkan kejadian tersebut kepada tuan rumah(Pak Amsakar Ahmad)  mana tau beliau iba mau membantu ibu dan suaminya tersebut.tp hingga acara tersebut selesai(tinggal sebagian orang), hingga semua kursi di kemas dan lokasi di 

bersihkan mereka(ibu dan suaminya)duduk  di depan rumah pak Amsakar Ahmad ,persisnya di samping panggung acara.menunggu dengan sedih dan berharap ada yg membantu atau mengembalikan hp nya.tp tak ada yg orang sekeliling merespon keadaan mereka hingga mereka pulang dengan rasa sedih dan kecewa.karna keterbatasan rekan2 media menyarankan buat laporan polisi aja di Polsek setempat dan para media akan membatu sebisanya.

Kami dari para awak media dan masyarakat menyayangkan. dalam acara orang no 1 di kota Batam yg di hadiri para petinggi daerah dan pengusahamemiliki layanan dan keamanan yang sangat minimbagai mana 

layanan ke masyarakat saat di lapangan kalau di kediaman orang no 1 batam aja seperti ini.dan bagi yg merasa menemukan/mengabil hp ibu tersebut mohon di kembalikan.korban tidak akan menuntut hukum malah akan memberi imbalan

(Darmawan alamsyah)