Panas, Jelang Musda Golkar Riau,  SF Hariyanto Diminta Urus Masyarakat Saja, Tak Usah Buat Pening

Feb 13, 2025 - 15:25
Feb 13, 2025 - 15:27
 0
Panas, Jelang Musda Golkar Riau,  SF Hariyanto Diminta Urus Masyarakat Saja, Tak Usah Buat Pening
Foto Dok Istimewa

Beritaharian.co.id, Pekanbaru - Menjelang Musda Partai Golkar sejumlah nama di gadang-gadangkan akan maju menjadi ketua.

Salah satu nama yang mencuat adalah Wakil Gubernur Terpilih SF Haryanto, namun muncul nya nama Mantan Pj Gubri itu mendapatkan kritik dari berbagai pihak.

Eril salah satu Pemuda Riau mengatakan, kepada Wakil Gubernur terpilih SF Haryanto lebih baik dia fokus pada jabatan yang akan emban untuk melayani masyrakat Riau.

"Tantangan Pemprov Riau sangat berat pada awal ia menjabat, tak usah lah fokus pada Musda Golkar, buat pening saja, bagus dia melayani masyarakat, apalagi di tengah efesiensi anggaran saat ini, jangan dibuat Pening," jelas Eril kepada Beritaharian.co.id, Kamis ( 13/02/2025).

Di beritakan media-media, ungkap Eril nama SF Haryanto masuk pada bursa calon Ketua Golkar Riau.

"Nama Pak SF ini masuk dalam bursa calon ketua, bahkan dikalangan politisi isu-isu ini dia pelintir menjadi panas, padahal di belum di lantik,  dan menjadi pertanyaan juga untuk masyarakat Riau, apa kepentingan pak SF ? ", ungkap Eril pemuda yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah itu.

Eril menyarankan, menjelang pelantikkan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, lebih baik menyusun program-program yang telah ia janjikan kepada masyarakat Riau.

"Masyarakat Riau menunggu gebrakan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, program dalam mensejahterakan rakyat saya pikir yang paling utama, daripada yang lain-lain, masih banyak PR untuk Riau kedepannya,"pungkasnya.

Berbanding terbalik,  menurut pengamat politik, keterlibatan SF Hariyanto dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar merupakan hal yang wajar.  

Dosen Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Universitas Riau, Zulwisman, SH, MH, menilai bahwa SF Hariyanto sudah berstatus sebagai politikus dan tidak lagi terikat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

"SF Hariyanto telah mengundurkan diri sebagai ASN untuk memenuhi syarat pencalonan sebagai wakil kepala daerah. Kini, ia telah terpilih dan akan segera dilantik bersama Abdul Wahid sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau," ujar Zulwisman, yang dalam waktu dekat akan meraih gelar doktor.

Menurutnya, tidak ada yang perlu dipersoalkan terkait keterlibatan SF Hariyanto dalam Musda Golkar, mengingat perannya sebagai politikus. Meski demikian, sebagai Wakil Gubernur terpilih, ia tetap harus menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.  

"Undang-undang dan peraturan pemerintah telah mengatur tugas, wewenang, serta kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu, yang terpenting adalah bagaimana mereka menjalankan pemerintahan secara harmonis dan berkoordinasi dalam prinsip dwi tunggal,"  sebutnya saat dikutip dari salahsatu media, Rabu (12/02/2025)

Disisi lain, Gubernur Riau terpilih Abdul Wahid meminta Wakil Gubernur Riau terpilih SF Hariyanto untuk lebih fokus pada tugasnya melayani masyarakat daripada mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar Riau.***red/rfm