Pemuda Millennial Pekanbaru Desak Kejari Periksa A, HW Livehouse Diduga Lakukan Pelanggaran Pajak
Beritaharian.co.id, Pekanbaru — Pemuda Millennial Pekanbaru mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk memanfaatkan momentum hasil inspeksi mendadak (sidak) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terhadap HW Livehouse.
Mereka berharap Pemko segera menindaklanjuti objek Pajak tempat hiburan malam tersebut.
Menurut pernyataan Pemuda Millenial Pekanbaru, sidak yang dilakukan Pemprov Riau baru-baru ini menunjukkan adanya berbagai dugaan penyimpangan di HW Livehouse.
Bahkan, Pemrov Riau telah mencabut izin BAR HW Live House
“Baru-baru ini Pemprov Riau melakukan inspeksi mendadak di HW Livehouse. Dari hasil sidak, ditemukan banyak dugaan pelanggaran. Dan izinnya juga sudah di cabut, langkah ini merupakan respons konkret atas berbagai keluhan masyarakat selama ini,” ujar Teva Iris, yang merupak Ketua Pemuda Millennial Pekanbaru, Minggu (12/10/2025).
Lebih lanjut, Teva meminta agar Pemko Pekanbaru tidak hanya fokus pada persoalan izin, tetapi juga menelusuri potensi pelanggaran lain, termasuk dugaan pelanggaran pajak yang mungkin terjadi di HW Livehouse.
“Kami berharap Pemko benar-benar memeriksa seluruh aspek pelanggaran yang dilakukan HW Livehouse. Kami menilai pelanggaran yang terjadi bukan hanya soal penyalahgunaan izin, tetapi juga kemungkinan adanya ketidaksesuaian laporan pajak,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pajak yang dilaporkan sesuai dengan pendapatan sebenarnya
“Apakah benar pajak yang dilaporkan sesuai dengan kewajiban mereka? Kami khawatir tidak sesuai dengan realita di lapangan. Karena itu, Pemko harus memeriksa secara menyeluruh dan tidak boleh tebang pilih. Jika benar ada penyimpangan pajak, maka harus ada tindakan tegas tanpa pandang bulu,” sambung Teva.
Teva menekankan bahwa pajak memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Oleh sebab itu, para pengusaha harus tetap memenuhi kewajiban pajaknya secara jujur dan transparan.
“Pengusaha tentu ingin memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, tapi jangan lupa bahwa mereka juga memiliki kewajiban kepada negara. Pajak adalah fondasi pembangunan. Jangan hanya ingin berusaha, tapi melupakan tanggung jawab," ujarnya.
Kemudian, Teva juga meminta Kejari Pekanbaru memeriksa A selaku perwakilan HW Live House.
"Kami meminta Kejari untuk memerika Saudara A, perlu ada pemeriksaan pajak dari awal beroperasi hingga saat ini, selain itu, kami juga meminta Pemko Pekanbaru menutup permanen HW Live House pasca di cabutnya izinnya,"pungkasnya.***red/rls