Kabar Bahagia, Tunda Bayar Pemerintah Provinsi Riau Mulai Dicairkan, Ini Penjelasan Pengamat Ekonomi
Beritaharian.co.id, Pekanbaru – Penundaan pembayaran (tunda bayar) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akhirnya mulai dicairkan.
Kabar ini disambut positif para pelaku usaha karena dinilai mampu membuka kembali ruang bagi mereka untuk menata stabilitas bisnis yang sempat terganggu.
Dengan cairnya sejumlah kewajiban tersebut, hubungan kerja antara pemerintah dan mitra usaha dapat kembali berjalan normal.
Para kontraktor maupun penyedia jasa kini bisa melanjutkan aktivitas operasional, termasuk memenuhi berbagai kewajiban usaha yang sebelumnya tertunda akibat ketidakpastian pembayaran.
Dilansir dari Goriau.com, Pengamat ekonomi Riau Edyanus Herman Halim, menilai pencairan tunda bayar ini bakal memberikan efek domino bagi perekonomian daerah.
“Perputaran uang di masyarakat akan meningkat, terutama di Kota Pekanbaru. Ini tentu berdampak pada geliat ekonomi lokal,” ujar Edyanus, Rabu (19/11/2025).
Terkait kebijakan Pemprov Riau yang memangkas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN sebesar 30 persen, Edyanus menyebut dampaknya tidak akan signifikan terhadap daya beli masyarakat secara umum.
“Pemotongan itu tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap ekonomi secara makro. Dampaknya hanya dirasakan ASN Pemprov Riau saja,” tambahnya.
Meski demikian, Edyanus mengingatkan bahwa penyesuaian fiskal tetap harus diikuti strategi penguatan ekonomi agar stabilitas daerah tetap terjaga.
Ia menilai Pemprov Riau perlu memperkuat fokus pembangunan, meningkatkan efektivitas pelaksanaan anggaran, serta memastikan setiap kebijakan berdampak langsung pada masyarakat.
Ia menyampaikan sejumlah rekomendasi, di antaranya :
Mempertajam prioritas program yang benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi.
Meningkatkan efisiensi dan kualitas pada setiap pelaksanaan kegiatan pemerintah.
Membangun sinergi yang kuat antar level pemerintahan.
Memperluas kemitraan dengan pihak swasta dan masyarakat.
Menegakkan hukum secara berkeadilan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat.
Edyanus berharap langkah-langkah tersebut dapat menjadi fondasi kuat bagi pemulihan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan Pemprov Riau.***red/rfm