Sibuk Wara-Wiri Dimedsos, Pengamat Nilai Walikota Pekanbaru Agung Nugroho Krisis Tata Kola Pembangunan 

Aug 14, 2025 - 03:57
 0
Sibuk Wara-Wiri Dimedsos, Pengamat Nilai Walikota Pekanbaru Agung Nugroho Krisis Tata Kola Pembangunan 
Foto Dok Istimewa

Beritaharian.co.id, Pekanbaru – Kota yang seharusnya menjadi etalase Riau kini tampak muram. Infrastruktur di berbagai titik, terutama jalan lingkungan yang berada di tengah kota Pekanbaru, kian memprihatinkan  aspal mengelupas, lubang-lubang menganga, dan banjir yang tak kunjung tuntas. 

Pengamat Lembaga Polvo Analytik, Yurnalis mengatakan walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho hanya sibuk wara-wiri di Medsos, sementara kinerjanya masih nol besar.

"Saat ini Drainase dipenuhi sampah sehingga air kerap meluap saat hujan turun, program Agung Nugroho yang merupakan janji politiknya hanya omongan manis, bahka ia hanya sibuk wara-wiri di Medsos," jelas Yurnalis yang sering di sapa Aliet Panglima Melayu, Kamis, (14/08/2025). 

Dikatakan Aliet, pantauan di lapangan menunjukkan banyak jalan lingkungan yang menjadi akses utama warga sehari-hari rusak parah. 

"Kerusakan ini tak hanya membahayakan pengendara, saat hujan, genangan air berubah menjadi banjir yang melumpuhkan aktivitas warga karena saluran air tersumbat tumpukan sampah dan sedimen yang dibiarkan bertahun-tahun,"katanya.

Diucapkan Yurnalis, Pekanbaru sebenarnya berada di posisi geografis yang strategis, menjadi simpul perdagangan di Sumatera bagian tengah. Namun, buruknya tata kelola kota membuat potensi tersebut terhambat.

"Minimnya perhatian terhadap infrastruktur dasar membuat iklim investasi tak kondusif, apalagi jika penanganan banjir dan perbaikan jalan lingkungan hanya sebatas janji,"ucapnya.

Sambung Yurnalis, Ironisnya, lambannya kerja Pemerintah Kota Pekanbaru membuat masalah  menumpuk.

"Program perbaikan jalan berjalan seperti siput, penanganan banjir hanya sebatas wacana rapat, dan penataan kota seperti tak punya arah yang jelas,"

Sementara itu, ungkap Yurnalis walikota Pekanbaru Agung Nugroho sibuk menghadiri acara seremonial dan membuat konten di media sosial ketimbang mengawal langsung perbaikan di lapangan.

"Masyarakat berharap pemerintah kota segera bangun dari euforia jabatan dan mulai bekerja dengan tempo tinggi. Tanpa langkah cepat dan terukur, Pekanbaru yang strategis hanya akan tinggal nama di peta, dan walikota hanya menjalankan program seremonial tanpa kerja nyata,"tutupnya.***red/rfm