IMIKI Riau-Kepri Gelar Aksi Di Kejati Riau, Serukan Transparansi Penanganan Dugaan Korupsi Paket Premium Baznas Inhil, Diduga Bupati Herman Terlibat
Beritaharian.co.id, Pekanbaru — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) Cabang Riau–Kepri di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau berlangsung dengan tertib dan damai.
Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap dugaan kasus korupsi pemotongan anggaran penyaluran paket Premium Ramadhan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang diduga melibatkan Bupati Inhil, H. Herman.
Dalam aksinya, massa IMIKI Riau–Kepri yang berjumlah kurang dari sepuluh orang menyampaikan empat tuntutan utama.
Pertama, mereka meminta Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau untuk mempercepat proses penyidikan serta mempublikasikan hasil penyelidikan secara transparan kepada publik.
Kedua, mereka mendesak agar dilakukan pemeriksaan terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Indragiri Hilir terkait dugaan monopoli proyek oleh pihak tertentu.
Tuntutan ketiga, mahasiswa meminta agar Bupati H. Herman bersedia mundur dari jabatannya apabila terbukti melakukan tindakan korupsi dalam kasus pemotongan anggaran BAZNAS yang dinilai telah mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Terakhir, massa mendesak Kejaksaan Tinggi Riau untuk segera menetapkan tersangka apabila bukti-bukti yang ada telah cukup kuat.
Koordinator Umum IMIKI Riau–Kepri, Muhammad As’ad, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap maraknya dugaan korupsi di daerah.
“Kami ingin memastikan penegakan hukum berjalan transparan dan berkeadilan. Korupsi yang merugikan masyarakat harus diusut tuntas,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan, Muhammad Adib, menegaskan bahwa meski aksi diikuti oleh massa dalam jumlah terbatas, kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Massa membawa spanduk, poster, dan melakukan orasi secara bergantian dengan pengawalan pihak kepolisian.
“Hari ini kami datang dengan damai dan tertib. Tapi jika tuntutan kami tidak segera direspons, kami akan turun kembali dengan massa yang lebih besar,” tegas Adib.
Aksi yang berjalan baik ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar karena dilakukan dengan damai dan menunjukkan sikap kritis mahasiswa tanpa anarkisme. Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta penyampaian pernyataan sikap resmi kepada pihak Kejaksaan Tinggi Riau.
Dengan aksi damai ini, IMIKI Riau–Kepri berharap lembaga penegak hukum dapat menindaklanjuti dugaan korupsi yang merugikan masyarakat serta memastikan transparansi dan keadilan hukum di Provinsi Riau terus terjaga.***red/rfm